siapa kah kita sebnarnya???
Andaikan kini kita telah berusia 16 tahun,, sudah sadarkh kita, akan siapa kita sebnarnya?? Apakah kita menjalani 16 tahun kehidupankita ini dengan hampa tanpa tau siapa diri kita sbenarnya?
Mungkin ada baiknya aku memuli dengan sebuah kisah sederhana, antara dua insan manusia yang mungkin akan membawa kita kedalam perjalanan penyelaman dalam diri kita.
Alkisah 2 orang saudara kandung yang tidakpernah akur sejak kecil, mereka sealu bertengkar karna hal hal kecil. Sang kakak selalu tidak puas atas kelakuan adiknya yang manja, sedangkan sang adik selalu iri dengan sang kakak yang menurutnya selalu beruntung, hingga suatu hari saat mereka berdua pulang sekolah dari sekolah yang sama, terjadi perkelahian hebat yang mengakibatkan sang kakak marah besar pada sang adik, ia begitu marah dan sebal pada adiknya, smentara sang adik menangis sesenggukan. Lalu sang kakak pergi meninggalkan adiknya dengan amarah yang sangat menggebu-nggebu.,sang adik memanggil-manggil kakanya, namun sang kakak tidak oeduli dengan adiknya, ia terus berjalan meninggalkan sang adik hingga melewati sebuah persimpangan jarang yang sangat sibuk dan ramai,, ia masih begitu marah untuk berhenti sejenak mendengarkan panggilan adiknya yang mengikutinya dari tadi sambil menangis dan meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh sang adik. Namun sang kakak terus melangkah bahkan ia mulai mempercepat langkahnya menyebrangi sebuah jalan raya yang sangat ramai meninggalkan adik kecilnya yang belari mengejarnya sambil mennagis. Saat itu amarah begitu menguasainya hingga ia tidak memperdulikan suara adiknya yang meperingatkanya akan sebuah truk yang melaju kencang., sesaat sang kakak merasakan tubuhnya terhempas ke trotoar di sebrang jalan. Suara decit rem serta orang2 yang berlalu lalang langsung mengerumuni tempat itu. sang kakak perlahan membuka matanya sambil memegangi kepalanya yang pusing karna terbentur tepian trotoar, semengtara ia melihat kerumunan orang di tengah jalan. Ia tidak lagi mendengar suara isak tangis adiknya., juga teriakan-teriakan sang adik.. ia hanya melihat genangan darah merah di tengah jalan serta orang2 yang berkerumun. Saat ia menatap lebih dekat dan berusaha melihat lebih jelas di dialam kerumunan itu. ia mendapati pemandangan yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.. pemandangan yang mungkin selama 15 tahun ia hidup merupakan moment2 yang kadang ia harapkan. Namun kini semua berubah, bukan itu yang ia ingin lihat saat ini. Sang kakak melihat tubuh sang adik tergeetak di tengah jalan raya, darah segar mengalir dari kepalanya yang kini telah remuk sebagian, sementara organ2 tubuh sang adik lainya terlihat berantakan berlumuran darah.. sang kakak merasa begitu menyesal, ia tidak pernah menyangka akan kehilangan adiknya dengan cara seperti ini, adik yang y=tidak pernah akur denganya, serta adik yang kadang sang kakak sangat ingin sang adik menghilang dari hidupnya. Dan kini sang adik memang telah menghilang dari hidupnya. Sang adik telah pergi untuk selamanya dari kehidupan sang kakak..
Jika engkau mengalami hal yang serupa seperti yang dialami oleh sang kakak, apa yang kira2 akan terjadi padamu? Akankah engkau menyia-nyiakan hidupmu sementara adikmu yang seharusnya bisa terus hidup harus kehilangan nyawanya demi menyelamatkamu…





weks, udah 16 tahun toh?
ga kerasa yak 